Logo BAWASLU KALTIM

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM
KALIMANTAN TIMUR

Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Kita Tegakkan Keadilan Pemilu

Sekilas Info
  • Pengumuman perbaikan dokumen syarat pasangan calon di website KPU: 20-26 Januari 2018
  • Penetapan pasangan calon: 12 Februari 2018
  • Pengundian nomor urut: 13 Februari 2018

Bawaslu Publish Pelanggaran Algaka, Paslon Ini yang Paling Banyak Melanggar


TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Bawaslu Kaltim, Minggu (25/2), melakukan publikasi pelanggaran kampanye, difokuskan pada masih adanya alat peraga kampanye berupa baliho dan spanduk yang belum dicabut/ ditertibkan paslon ataupun timses mereka.

“Pemasangan baliho, spanduk, serta alat peraga kampanye sudah harus sesuai aturan sejak memasuki masa kampanye pada 15 Februari lalu. Algaka yang memenuhi aturan, yakni algaka yang telah mendapat persetujuan dari KPU perihal desain, titik lokasi pengamanan serta gambar paslon itu sendiri".

"Diketahui bahwa seluruh algaka dalam masa kampanye telah disiapkan oleh KPU. Paslon bersama timses boleh untuk menambah dengan jumlah 150 persen dari jumlah yang ditetapkan. Namun, penambahan itu tetap harus menadapat persetujuan oleh KPU,” ucap Ketua Bawaslu Kaltim, Syaiful Bahtiar di kantornya.

Dari data yang diterima Tribun, keseluruh paslon terdata seluruhnya melakukan pelanggaran pemasangan algaka.

Hanya ada perbedaan jumlah pelanggaran antar paslon satu dan lainnya.

Terdata, paslon nomor urut 4, Rusmadi-Safaruddin menjadi paslon pelanggar terbanyak dengan identifikasi total algaka yang melanggar sebanyak 2.280 algaka.

Jumlah 2.280 algaka melanggar tersebut, paling banyak ditemukan di wilayah Kukar, dengan angka 1.724 algaka.

Sementara, untuk peringkat kedua terbanyak adalah paslon nomor urut 3, Isran Noor dan Hadi Mulyadi dengan jumlah pelanggaran algaka sebanyak 405 algaka.

Jumlah terbanyak algaka yang melanggar untuk pasangan tersebut berada di Kabupaten Kukar dengan 149 algaka.

Kemudian, disusul oleh paslon nomor urut 2, Jaang-Ferdi dengan jumlah algaka melanggar sebanyak 333 algaka.

Bagi pasangan ini, Kutim menjadi daerah paling banyak ditemukan algaka melanggar.

Terakhir, adalah paslon nomor urut 1, yang paling sedikti ditemukan pelanggaran alaga dengan jumlah total 125 algaka.

“Jika dipersentasekan, dari yang paling tinggi ke kecil dalam pelanggaran algaka, maka paslon Rusmadi-Safaruddin menjadi paslon yang paling banyak melanggar dengan persentase 72 persen, disusul Isran Noor-Hadi Mulyadi 13 persen, kemudian Jaang-Ferdi dengan 11 persen dan terakhir Andi Sofyan Hasdam-Nusyirwan dengan 4 persen,” ucap Saiful.

Hasil-hasil publikasi ini disebut telah ditembuskan pula kepada pihak paslon/ timses untuk selanjutnya dilakukan pencabutan sendiri.

Selain itu, Bawaslu juga telah menyampaikan kepada pihak Satpol PP Provinsi/ Kabupaten/ Kota untuk melakukan penertiban. Ini karena domain penertiban berada di Satpol PP, bukanlah di Bawaslu Kaltim.

“Tugas kami melakukan identifikasi pelanggaran, tetapi untuk penertiban dilakukan Satpol PP Kabupaten/ Kota. Kami sudah lakukan koordinasi sejak Januari lalu, untuk penertiban algaka ini,” ucapnya.

Meski demikian, ringannya sanksi serta kurangnya sumber daya, menjadi halangan sehingga masih adanya algaka yang tidak memenuhi aturan terpasang di ruas-ruas jalan Kabupaten/ Kota.

“Sanksinya memang hanya mencabut. Kami koordinasi dengan Satpol PP, tetapi mereka juga terkendala biaya pencabutan yang kurang, serta kurangnya alat dalam pencabutan baliho yang tinggi. Begitu juga dengan jumlah personil yang terbatas,” ucapnya. (anj)

Sumber kaltim.tribunnews.com