Bawaslu Kaltim Tingkatkan Kapasitas Jajaran P2H dalam Identifikasi Kerawanan Pemilu 2029
|
Samarinda — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) bersama Bawaslu Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur secara daring, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kemampuan jajaran pengawas pemilu dalam mengidentifikasi potensi kerawanan pada setiap tahapan Pemilu 2029.
Kegiatan yang dipimpin Kepala Bagian Pengawasan Pemilu dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kaltim, Dedy Wahyudiansyah, tersebut diikuti seluruh jajaran staf Divisi P2H Bawaslu Kaltim serta Bawaslu Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur.
Dalam forum tersebut, Bawaslu Kaltim memaparkan konsep pelaksanaan kegiatan yang akan berfokus pada penyusunan dan pemaparan hasil identifikasi kerawanan di masing-masing daerah. Pemetaan kerawanan dilakukan terhadap seluruh tahapan penyelenggaraan Pemilu, mulai dari verifikasi partai politik, penyusunan daftar pemilih tetap (DPT), pencalonan, kampanye, distribusi logistik, masa tenang, pemungutan dan penghitungan suara, hingga rekapitulasi hasil perolehan suara.
Selain membahas substansi identifikasi kerawanan, rapat juga menyepakati mekanisme pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan secara berkala setiap pekan. Setiap Bawaslu Kabupaten/Kota diminta menyusun hasil identifikasi kerawanan sesuai tahapan yang menjadi fokus pembahasan, kemudian memaparkannya dalam forum diskusi untuk memperoleh masukan dan penyempurnaan dari peserta lainnya.
Pada setiap pertemuan, akan terdapat tiga hingga empat pemapar dari Bawaslu Kabupaten/Kota dengan durasi penyampaian materi maksimal 15 menit. Setelah sesi pemaparan, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan tanggapan, saran, maupun masukan guna memperkuat hasil pemetaan kerawanan yang telah disusun.
Rapat juga menghasilkan pembagian jadwal pemaparan bagi Bawaslu Kabupaten/Kota. Pada pertemuan pertama, hasil identifikasi kerawanan akan dipresentasikan oleh Bawaslu Kota Balikpapan, Bawaslu Kabupaten Kutai Barat, dan Bawaslu Kabupaten Paser. Selanjutnya, pemaparan akan dilakukan secara bergantian oleh Bawaslu Kabupaten Kutai Timur, Mahakam Ulu, Berau, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, serta Bawaslu Kota Samarinda dan Bontang sesuai jadwal yang telah disepakati.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kaltim berharap seluruh jajaran pengawas pemilu di daerah semakin siap dalam memetakan berbagai potensi kerawanan sejak dini. Hasil identifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi pencegahan yang lebih efektif guna menjaga integritas, kualitas, dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu 2029 di Kalimantan Timur.
Foto: Jajaran Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kalimantan Timur bersama Bawaslu Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur tampak antusias mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting sebagai upaya memperkuat kesiapan pengawasan menuju Pemilu dan Pemilihan 2029.
Penulis: M. Ikhwan Suwarno
Editor: Andri wahyudi
Sumber Foto: Screenshot Zoom Meeting