Bawaslu Kaltim Hadiri Workshop Kurikulum Sarjana Hukum Berbasis OBE Di Universitas Mulawarman
|
Samarinda — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Timur menghadiri Workshop Kurikulum Pendidikan Tinggi Program Studi Sarjana Hukum yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembaruan dan penyempurnaan kurikulum dengan pendekatan Outcome Based Education (OBE) guna memastikan lulusan sarjana hukum memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Workshop ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, praktisi hukum, hingga lembaga negara, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyusun kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada capaian pembelajaran yang aplikatif, relevan, dan berdampak.
Pendekatan OBE dinilai strategis dalam menjembatani dunia akademik dengan praktik profesional, termasuk di bidang kepemiluan dan demokrasi.
Dalam forum tersebut, Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur, Danny Bunga, menyampaikan perspektif praktis terkait pengawasan pemilu. Ia menegaskan bahwa tantangan demokrasi ke depan semakin kompleks sehingga menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya memahami hukum secara normatif, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap dinamika sosial, politik, serta etika penyelenggaraan pemilu.
“Tantangan demokrasi saat ini dan ke depan semakin kompleks. Karena itu, dibutuhkan sarjana hukum yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga memahami praktik, memiliki integritas, serta peka terhadap dinamika sosial dan politik dalam penyelenggaraan pemilu,” ujar Danny Bunga.
Menurut Danny, keterlibatan Bawaslu Kaltim dalam penyusunan kurikulum merupakan langkah strategis untuk memperkaya materi pembelajaran melalui pengalaman lapangan.
“Melalui integrasi praktik pengawasan pemilu ke dalam kurikulum, mahasiswa hukum dapat memahami secara utuh mekanisme pencegahan, penanganan pelanggaran, hingga penyelesaian sengketa pemilu,” ujar Danny.
Lebih lanjut,Danny menekankan bahwa kurikulum berbasis OBE memungkinkan perguruan tinggi merumuskan capaian pembelajaran lulusan yang lebih terukur dan kontekstual.
“Pendekatan OBE ini penting agar lulusan sarjana hukum tidak hanya siap masuk dunia kerja, tetapi juga mampu berperan aktif dalam menjaga integritas pemilu dan memperkuat kualitas demokrasi,” tambah Danny.
Sementara itu, pihak Fakultas Hukum Universitas Mulawarman menyambut baik partisipasi Bawaslu Kaltim dalam workshop tersebut. Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pengawas pemilu dinilai penting untuk memastikan kurikulum yang disusun mampu menjawab kebutuhan bangsa, khususnya dalam penguatan kesadaran hukum dan demokrasi di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir sarjana hukum yang kritis, berintegritas, serta memiliki pemahaman praktis mengenai penyelenggaraan dan pengawasan pemilu. Kolaborasi tersebut juga menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan hukum sebagai fondasi utama bagi terwujudnya demokrasi yang jujur, adil, dan bertanggung jawab.
Foto: Danny Bunga bersama para tamu undangan dari berbagai pemangku kepentingan saat menghadiri Workshop Kurikulum Pendidikan Tinggi Program Studi Sarjana Hukum di Universitas Mulawarman, Samarinda.
Penulis dan Foto: M. Ikhwan Suwarno
Editor: Andri Wahyudi