Bangun Kepercayaan Publik, Muhammad Ramli: Humas Itu Wajah Lembaga!
|
BAWASLU, KALTIM - Rapat kerja kehumasan sesuai standar kebutuhan publikasi untuk Panwaslu Kecamatan (Panwascam) se Kutai Kartanegara di gelar senin (3/8/2020) di kantor Bawaslu Kukar.
Agenda ini dipimpin oleh Kordiv Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu Kukar, serta dihadiri oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Kordiv Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu Kaltim, Muhammad Ramli.
Muhammad Ramli menyampaikan materi terkait peran humas Bawaslu untuk sukseskan Pilkada 2020.
"Pengelola media Bawaslu juga harus bisa mengelola media dengan baik sehingga banyak dikunjungi dan memiliki rating yang tinggi," ujar pria yang akrab disapa Ramli ini.
Selain mengelola media Bawaslu, humas juga di tuntut untuk bisa menganalisa pemberitaan Bawaslu yang beredar di media massa, media sosial, terlebih di media cetak.
"Peran kinerja humas sangat krusial terutama bagi Bawaslu. Pertama membangun citra baik Bawaslu, harus memperhatikan protokol kesehatan saat melakukan publikasi," tegas Ramli.
Ramli juga menegaskan jika protokol kesehatan wajib di patuhi penyelenggara Pemilu, yakni sebagai syarat dilanjutkan Pilkada tahun 2020,
"Ketika menjadi syarat maka akan cacat proses Pilkada kalau tidak di patuhi, makanya tugas kita selain mengawasi tahapan teknis pelaksanaan pilkada juga melaksanakan pelaksanaan pencegahan Covid-19 sesuai standar kesehatan," lanjutnya.
Ramli juga menekankan kepada humas Bawaslu untuk menguasai semua yang ada di Bawaslu, misalnya saat ini sedang berlangsung Pilkada, maka sudah seharusnya humas mengetahui peraturannya.
"Kita harus memahami secara detail, istilah dalam Kepemiluan harus di pahami, sehingga proses penulisan berita tidak keliru, ketika wajah kita cacat maka peran lainnya akan hilang," tambah Ramli.
Menurut Ramli, Humas juga berkewajiban menjaga kepercayaan publik untuk kinerja Bawaslu selama penyelenggaran kontestasi Politik di semua tingkatan.
"Penting buat humas untuk menjaga kepercayaan publik. Seperti sebuah perumpamaan 'jangan heran kalau di suatu kampung ada tokoh yang di percaya dan apapun yang di bilangnya dianggap benar dan yang di sampaikan bisa di yakini, itu karena kepercayaan, itu yang perlu kita bagun," pungkas Muhammad Ramli.
Penulis : Ratna Dewi