Bawaslu Kaltim Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif
|
SAMARINDA, Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur - Dihadapan puluhan Mahasiswa asal Mahakam Ulu, Kutai Barat dan Berau yang menjadi peserta dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif, Anggota Bawaslu Kaltim Galeh Akbar Tanjung menyampaikan apabila politik itu menang yang terjadi kepada masyarakat iyalah masyarakat ditinggalkan, sekarang bagaimana caranya Bawaslu ingin mencoba Agar masyarakat menjadi aktor utama Dalam siklus demokrasi. Apabila masyarakat menjadi aktor utama maka masyarakat berhak menentukan siapa yang menjadi pemimpin dalam masyarakat.
Dalam acara penutupan yang digelar pada 20 Oktober 2023 malam, pria yang biasa disama Galeh itu menjelaskan dalam Undang - Undang ada namanya kedaulatan rakyat, masyarakat, rakyat memiliki kedaulatan penuh untuk menentukan arah pembangunan melalui pemilu, kekuasaan masyarakat hanya dapat digunakan dalam satu momentum yakni pemilu. Selain pemilu, rakyat tidak memiliki kekuasaan dan kewenangan.

Selanjutnya disampaikan bahwa kekuasaan yang dimiliki oleh masyarakat yakni menentukan siapa wakil rakyat dan siapa yang berhak menjadi pemimpin di daerah Maupun secara nasional, inilah yang perlu kita kawal bersama
Bawaslu berharap forum ini bukan menjadi forum yang terakhir, Bawaslu Kaltim berharap disetiap daerah dapat membentuk suatu komunitas sebagai langkah tindak lanjut.
"Kita tidak tau nantinya menjadi apa, tapi penting bagi kita untuk mempersiapkan diri kita untuk siap diposisi manapun, tinggal nantinya seleksi alam yang menentukan kita nanti dimana," tutur Galeh.
Ia berharap Pendidikan Pengawas Partisipatif dapat menjadi media yang sangat berharga.
Bawaslu berharap kepada peserta untuk tidak sampai disini, jaga komunikasi, Bawaslu Kabupaten Kota se-Kaltim dapat menjadi kawan berdiskusi nantinya.
Tujuan Bawaslu yakni memberikan bekal untuk memberikan pengetahuan kepemiluan, menciptakan pemilu yang sehat di tahun 2024.
"Ini merupakan tonggak sejarah bagi kalian mendapat ilmu pengetahuan kepemiluan secara langsung dari pelakunya," ucapnya.
Penulis : Ratna Dewi