Inspirasi Hardiknas Mimpi Cosmas Meraih Gelar Sarjana
|
Samarinda, Bawaslu Kaltim - Namanya Cosmas Niro Moron. Rekan- rekan kerjanya biasa memanggil dengan Cosmas. Perawakannya tinggi agak kurus. Kulitnya sawo matang. Penampilannya rapi dengan pembawaan yang kalem.
Hampir 6 tahun ini Cosmas mengabdikan diri di Bawaslu Kalimantan Timur sebagai cleaning service. Pengabdiannya itu ia lakukan dengan penuh semangat dan ketekunan serta tanggung jawab. Mungkin ini hasil kristalisasi dari lika- liku perjalanan hidupnya.
Berbekal ijazah SMA ia merantau dari Pulau Alor (NTT) ke Samarinda pada tahun 2012. Ia menyusul kerabatnya untuk merubah masa depannya agar menjadi lebih baik. Untuk menyambung hidupnya ia bekerja sebagai kuli bangunan. Karena proyeknya selesai ia sempat bekerja sebentar di toko bangunan. Lalu kembali lagi sebagai kuli bangunan pada proyek lainnya.

Pada tahun 2014 ia mendapat informasi adanya lowongan cleaning service di Panwaslu Kota Samarinda. Ia mendaftar dan akhirnya lolos. Kemudian sejak tahun 2016 ia pindah ke Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur sampai dengan saat ini.
Di tengah- tengah kesibukannya bekerja ia menyempatkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Ia mengambil kuliah Jurusan Administrasi Negara pada Universitas Widya Gama di Samarinda. Baginya pendidikan itu sangat penting. “ Sebab pendidikan itu merupakan jembatan yang paling mudah untuk menyeberang ke masa depan yang lebih cerah, “ paparnya saat dilakukan wawancara ini.
Tentunya keputusan itu bukan perkara yang mudah. Ia harus pandai membagi waktu dan tenaga antara bekerja, kuliah dan belajar. Begitu pula dengan biaya, terlebih ia sudah berkeluarga dan mempunyai seorang anak perempuan. “Kadang saya berfikir, cukup apa tidak ya gaji saya? Namun saya bersyukur bisa kerja di Bawaslu. Ada saja rejeki yang mengalir, “ ungkapnya.
Saat ini ia sudah memasuki semester 10 dan sedang menyusun skripsi. Ia yakin ketika punya niat dan kemauan yang kuat maka tujuan itu pasti dapat tercapai. Begitulah keyakinannya yang ia sampaikan saat mengakhiri wawancara ini.
Selamat berjuang, Comas. Semoga impianmu untuk meraih sarjana dapat tercapai. (*)
.jpg)
Penulis: A. Andri Purwanta