Lewat Deklarasi, Bawaslu Kaltim Bangun Kolaborasi Dengan Element Masyarakat di Provinsi Kaltim
|
Samarinda, Bawaslu Kaltim - Dalam rangka mencegah potensi pemanfaatan isu sara dan politik identitas pada saat kampanye pada pemilu serentak tahun 2024 Bawaslu Kaltim mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan berpartisipasi aktif dalam mengawasi demi suksesnya Pemilu nanti.
Bawaslu Kaltim kolaborasi bersama PW GP Ansor Kaltim, DPD Gamki Kaltim, PW Pemuda Muhamamdiyah Kaltim, Komda Pemuda Katolik Kaltim, DPP Ika Pakarti Kaltim, DPP Perada Kaltim, DPD Pakin Kaltim, DPP Gepak Kaltim, UINSI, LPADKT, JPPR Kaltim, Pelita Kaltim, KBBKT, Laskar Borneo Nusantara, Kesbangpol Kaltim, KKSS, deklarasikan Cegah Politik Sara dan Politik Identitas Pada Pemilu Serentak Tahun 2024, bertempat di Hotel Grand Kartika Samarinda, Kamis (10/11/2022).

Anggota Bawaslu Kaltim, Galeh akbar tanjung menegaskan keutuhan NKRI harus dijaga oleh seluruh unsur masyarakat, dengan maraknya hal-hal yang mengancam keutuhan NKRI seperti Konflik Sara dan Politik Identitas dimana merujuk pada Undang-Undang (UU) No 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu terdapat larangan dan kewajiban menjaga keutuhan Negara kesatuan Indonesia.
Untuk itu, Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur ingin merangkul banyak pihak. Seperti, tokoh-tokoh pemuda, Ormas kedaerahan untuk menjaga konduktivitas Kalimantan Timur pada khususnya. Kedepannya kita akan bekerjasama bersama lembaga ke lembaga merangkul secara langsung, “Tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat adalah simpul yang memiliki anggota masing-masing, jangan sampai simpul ini dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan provokasi. Bagi Bawaslu ini simpul yang penting untuk menyebarkan informasi positif terkait dengan kegiatan kepemiluan,” Ucap Galeh.

Galeh berharap pasca pemilu tidak ada lagi perpecahan, masyarakat Kalimantan timur menjunjung tinggi dan akan menghormati siapa yang terpilih dan tidak akan ada lagi yang terprovokasi. Maka, Bawaslu Kaltim memiliki tugas besar untuk mencegah konflik Zara dan politik identitas.(*)
Penulis dan Foto : Ratna Dewi