Tangkal Berita Hoaks dan Politik Uang, Bawaslu Kaltim Ajak Pemilih Pemula Jadi Bagian Pengawas Partisipatif di Medsos!
|
Samarinda, Bawaslu Kaltim - Maraknya pemberitaan dan penyebaran berita hoaks dan isu-isu negatif yang terjadi baik di medsos dan dikehidupan sehari-hari dengan perkembangan teknologi membuat Bawaslu Kaltim mengajak generasi milenial dan generasi z untuk ikut aktif menangkal penyebaran tersebut menjelang Pemilihan Serentak Tahun 2024 yang digelar pada 27 November 2024 mendatang.
Anggota Bawaslu Kaltim , Galeh Akbar Tanjung mengatakan bahwa meliat dari presentasi pemilih kategori pemilih pemuda yang terdiri dari generasi milenial dan z mencapai 60% berdasarkan dari data terakhir yang didominasi oleh pemilih pemula. Melihat dari jumlah ini, bisa menunjukkan bahwa betapa penting peran mereka dalam menjaga pemilihan yang adil, bersih, dan demoktratis tanpa adanya kecurangan.
Dari informasi yang dihimpun, angka daftar pemilih tetap (DPT) Kaltim untuk Pemilu 2024 sebanyak 2.778.664 orang. Untuk kalangan Generasi Milenial dan Z terdapat 1.698.673 orang dan pemilh milenial hampir 1 juta pemilh.
Sementara pada kategori usia lain pemilih pra boomer usia 78 tahun keatas sebanyak 21 ribu orang, baby boomer usia 59-77 tahun sebanyak 285 ribu orang dan gen X usia 43-58 tahun sebanyak 773 ribu orang pemilih. Banyaknya kategori pemilih pemula bagi galeh tentu menjadi tantangan bagi Bawaslu Kaltim.
lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa kami ingin dari generasi milenial dan z bisa menggunakan media sosial ini dengan baik. Untuk saat ini media sosial lebih massif dan lebih aktif sehingga saat ini kami berharap generasi muda bisa menjadi bagian dri komunitas untuk bisa mengcounter isu-isu negatif tersebut dengan memperkuat literasi membaca.
Pelanggaran pada Pemilu tidak melulu berkaitan dengan politik uang (money politic) tapi juga bisa penyebaran informasi palsu serta penggiringan opini negaif terutama di media sosial.
"Saya berharap pemilih pemula berani melaporkan tindak pelanggaran pemilu, pada Pemilihan Serentak nanti. jangan takut, demi kebaikan demokrasi kita" Ujar Galeh
Galeh juga meminta kepada para generasi muda agar memfilter terlebih dahulu informasi yang beredar. Jangan mudah terpancing untuk percaya. sebab menurutnya, hal itu akan menjadi boomerang bagi iklim demokrasi kita.
Selain meminta anak muda untuk memfilter informasi, Bawaslu punya wewenang untuk merekomendasikan dan membekukan plaftorm yang dianggap menyalahi aturan dalam penyebaran informasi.
"Kami bisa berikan rekomendasi untuk di takedown. Misalnya Facebook, kalau ada unsur kampanye hitam kami segera lapor ke Diskominfo untuk take down konten tersebut" tegas Galeh
Terakhir, ketika ada kecurangan, bisa langsung laporkan kepada kami. Pelanggaran itu terjadi bukan karena ada kesempatan saja, tapi bisa juga karena minimnya pengetahuan masyarakat. Maka dari itu, kami giat laksanakan kegiatan-kegiatan sosialisasi kepada masyarakat terutama pemilih pemula. Ungkap Galeh kepada Mahasiswa - Mahasiswi di Acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang dilaksanakan Selasa, 3 September 2024 di Lantai 3 Gedung Rektorat Uinsi Samarinda.
Hadir pada kegiatan ini Narasumber Suwadi Sagama dari Pusat Studi Konstitusi, Demokrasi dan Masyarakat, Hj. Ida Farida dari Muslimat Nahdatul Ulama Kota Samarinda dan I Wayan Widyardana Putra dari Akademisi Pemilihan dan Demokrasi Provinsi Bali.

Bawaslu Kaltim Lakukan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bersama Mahasiswa Uinsi Samarinda
Penulis : Ratna Dewi
Editor : Firanty Maulidani
Sumber Foto : Bawaslu Kaltim