Bawaslu Kaltim Matangkan Program Pojok Literasi Jumat BERKAH untuk Penguatan SDM Pengawasan Pemilu
|
Samarinda – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan mendatang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mematangkan program Pojok Literasi Jumat BERKAH (Bersama Edukasi Rakyat, Kawal Amanah Hajat Demokrasi) yang direncanakan menjadi kegiatan rutin bagi jajaran Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur.
Pembahasan program tersebut dilaksanakan oleh jajaran Sekretariat Bawaslu Kalimantan Timur melalui Divisi Pengawasan Pemilu dan Hubungan Masyarakat (P2H) dalam rapat yang dipimpin Kepala Bagian Pengawasan Pemilu dan Hubungan Masyarakat, Dedy Wahyudiansyah, bersama staf sekretariat divisi terkait, Senin (8/6/2026).
Program Pojok Literasi Jumat BERKAH dirancang sebagai ruang belajar, diskusi, dan pengembangan pengetahuan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Bawaslu se-Kalimantan Timur. Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan pemahaman mengenai pengawasan Pemilu, identifikasi kerawanan tahapan, serta peningkatan kemampuan komunikasi publik dan kehumasan.
Dalam konsep yang disusun, kegiatan tersebut dilatarbelakangi pentingnya pengawasan Pemilu sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga demokrasi yang berintegritas. Selain itu, fungsi kehumasan dipandang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepemiluan secara terbuka, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.
Melalui program ini, ASN Bawaslu diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap teknis pengawasan Pemilu dan penguatan demokrasi, menumbuhkan budaya literasi politik yang berkelanjutan, serta membangun kapasitas SDM yang adaptif, kritis, dan berwawasan luas melalui pemanfaatan literatur serta informasi kepemiluan yang berkualitas.
Adapun materi yang akan dibahas dalam kegiatan tersebut mencakup identifikasi potensi kerawanan pada setiap tahapan Pemilu Tahun 2029, mulai dari verifikasi partai politik, penyusunan daftar pemilih tetap (DPT), pencalonan, kampanye dan dana kampanye, distribusi logistik, masa tenang, pemungutan dan penghitungan suara, hingga rekapitulasi hasil perolehan suara.
Selain aspek pengawasan, materi kehumasan juga menjadi bagian penting dalam Pojok Literasi Jumat BERKAH. Pembahasan meliputi teknik penyusunan konten publikasi, strategi optimalisasi media sosial, pengelolaan informasi publik, teknik penulisan berita dan siaran pers, serta penguatan citra kelembagaan melalui komunikasi publik yang efektif.
Rencananya, kegiatan ini akan dilaksanakan setiap hari Jumat dengan metode yang interaktif, antara lain pemaparan materi, diskusi, bedah regulasi, presentasi peserta, berbagi praktik baik (best practices), serta evaluasi dan refleksi pembelajaran.
Hasil rapat pematangan tersebut berupa penyusunan konsep, materi, dan metode pelaksanaan program Pojok Literasi Jumat BERKAH. Selanjutnya, konsep yang telah disusun akan dikonsultasikan dan dikonfirmasikan kepada pimpinan Bawaslu Kalimantan Timur untuk mendapatkan arahan serta persetujuan sebelum diimplementasikan secara rutin.
Melalui Pojok Literasi Jumat BERKAH, Bawaslu Kalimantan Timur berharap dapat membangun budaya belajar yang berkelanjutan di lingkungan kelembagaan, meningkatkan kualitas pengawasan Pemilu, serta memperkuat komunikasi publik yang efektif dan terpercaya. Dengan semangat "Bersama Edukasi Rakyat, Kawal Amanah Hajat Demokrasi", seluruh ASN Bawaslu diharapkan mampu berkontribusi aktif dalam memperkuat pengawasan partisipatif dan menjaga kualitas demokrasi Indonesia.
Foto: Kepala Bagian Pengawasan Pemilu dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kalimantan Timur, Dedy Wahyudiansyah, memimpin rapat pematangan program Pojok Literasi Jumat BERKAH bersama jajaran Divisi P2H Bawaslu Kaltim di Kantor Bawaslu Kalimantan Timur, Senin (8/6/2026).
Penulis: M. Ikhwan Suwarno
Editor: Andri Wahyudi
Sumber Foto: Humas Bawaslu Kaltim