Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kaltim Petakan Potensi Kerawanan Distribusi Logistik Pemilu dan Pilkada

Narasumber Poli Jumat BERKAH

Samarinda – Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur melalui Pojok Literasi Jumat BERKAH membahas identifikasi potensi kerawanan pada tahapan distribusi logistik Pemilu dan Pilkada, Jumat (18/9/2026).. Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dan pemetaan kerawanan berdasarkan karakteristik wilayah masing-masing Bawaslu Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur.

Dalam pemaparan sesi pertama, staf Bawaslu Kabupaten Mahakam Ulu, Marlina Rosa Hasibuan, menekankan pentingnya pemetaan risiko sebagai dasar menentukan fokus pengawasan dan langkah mitigasi distribusi logistik. Pengawasan diarahkan untuk memastikan prinsip tepat jumlah, tepat jenis, tepat kualitas, tepat waktu, dan tepat tujuan.

Menurut Marlina, karakteristik geografis Mahakam Ulu menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam strategi pengawasan. Wilayah yang luas, jarak antarkampung, keterbatasan akses transportasi dan komunikasi, perubahan cuaca, serta aspek keamanan dan penyimpanan menjadi potensi kerawanan yang perlu diantisipasi.

Sementara itu, staf Bawaslu Kabupaten Paser, Hamdani, menjelaskan sejumlah titik rawan dalam distribusi logistik, mulai dari kondisi gudang penyimpanan, akses geografis, ketersediaan logistik cadangan hingga pemusnahan logistik yang berlebih.

Ia mencontohkan kondisi Kecamatan Tanjung Harapan yang distribusi logistiknya harus melalui jalur laut. Kondisi pasang surut menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam menentukan waktu distribusi agar logistik dapat tiba sesuai jadwal.

“Pengawasan secara real time sangat membantu kita mendeteksi kendala di lapangan sehingga dapat segera dikoordinasikan dan ditangani,” jelas Hamdani.

Dari Kabupaten Berau, staf Bawaslu Berau, Hasriani, memaparkan pentingnya pengawasan sejak proses pencetakan, pengiriman, penerimaan, hingga distribusi logistik ke tingkat kecamatan dan TPS. Ia menekankan bahwa pemenuhan jumlah logistik secara administratif perlu disertai pemahaman terhadap kondisi faktual di lapangan.

Adapun potensi permasalahan yang perlu diantisipasi antara lain perubahan jadwal distribusi tanpa konfirmasi, kekurangan atau ketidaksesuaian logistik, serta persoalan pada proses serah terima. Dokumentasi setiap tahapan juga dinilai penting sebagai bukti pelaksanaan pengawasan dan bahan tindak lanjut apabila ditemukan ketidaksesuaian.

Staf Bawaslu Kota Bontang, Himawan Santoso, turut memaparkan karakteristik wilayah Bontang yang meliputi kawasan perkotaan, industri, permukiman, hingga wilayah pesisir dan kepulauan. Kondisi tersebut membutuhkan strategi distribusi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

Sejumlah wilayah seperti Pulau Malahing, Kampung Tihi-tihi, Selangan, dan Pulau Gusung memiliki distribusi logistik melalui jalur laut. Kondisi ombak, pasang surut, angin kencang, dan cuaca buruk menjadi faktor yang perlu diperhitungkan, khususnya terhadap keamanan logistik berbahan kertas.

Sementara itu, staf Bawaslu Kota Samarinda, Wulandari, menjelaskan bahwa pemetaan kerawanan logistik dilakukan secara komprehensif pada setiap tahapan rantai pasok, mulai dari pengadaan dan produksi, sortir, pelipatan dan pengepakan, distribusi dan penyimpanan, hingga logistik digunakan di TPS.

Pada tahap pengadaan dan produksi, sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi antara lain kualitas bahan dan hasil cetak, keterlambatan produksi, kelebihan atau kekurangan jumlah, serta ketidaksesuaian spesifikasi bahan. Permasalahan pada tahap tersebut dapat menimbulkan dampak berantai terhadap distribusi hingga kesiapan logistik di TPS.

Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala Bagian Pengawasan Pemilu dan Humas Bawaslu Kaltim, Dedy Wahyudiansyah mengapresiasi para pemateri yang telah menyampaikan pemetaan kerawanan berdasarkan kondisi di wilayah masing-masing.

Ia menyampaikan bahwa hasil pemetaan tersebut dapat menjadi referensi bersama, khususnya bagi jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota dalam menghadapi tahapan Pemilu dan Pilkada ke depan.

“Pemetaan yang telah disampaikan hari ini dapat menjadi salah satu referensi dalam mengidentifikasi potensi kerawanan pada proses distribusi logistik,” ujar Dedy.

Dedy juga menekankan bahwa pengawasan tidak hanya berorientasi pada menemukan persoalan, tetapi juga bagaimana jajaran pengawas mampu mengantisipasi dan mencegah potensi kerawanan sejak awal.

Melalui Pojok Literasi Jumat BERKAH, pertukaran pengalaman antarjajaran diharapkan dapat memperkuat pemetaan risiko, koordinasi, dokumentasi, serta strategi mitigasi dalam pengawasan distribusi logistik Pemilu dan Pilkada di Kalimantan Timur.

Peserta Poli Jumat Berkah

Foto: Peserta kegiatan Poli Jumat BERKAH, bahas identifikasi potensi kerawanan pada tahapan distribusi logistik Pemilu dan Pilkada

Penulis: M. Ikhwan Suwarno
Editor: Andri Wahyudi
Sumber Foto: Humas Bawaslu Kaltim/Screenshot Zoom Meeting
 

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle