Hari Dermanto Dorong Kader HMI Perkuat Kemampuan Berpikir Kritis
|
Balikpapan — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Timur, Hari Dermanto, membekali kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Balikpapan dengan kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan dalam kehidupan demokrasi.
Hal tersebut disampaikan Hari Dermanto saat menjadi pemateri dalam Latihan Kader II (Intermediate Training) HMI Cabang Balikpapan, Sabtu (19/9/2026). Ia membawakan materi “Manajemen Berpikir dalam Membuat dan Mengambil Keputusan.”
Dalam pemaparannya, Hari menjelaskan bahwa pengambilan keputusan tidak sekadar menentukan pilihan, tetapi melalui proses memahami persoalan, mengumpulkan dan mengolah informasi, melihat berbagai sudut pandang, mempertimbangkan konsekuensi, hingga menentukan langkah yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Dalam mengambil keputusan, kita perlu memahami terlebih dahulu persoalan yang dihadapi, mengolah informasi, mempertimbangkan berbagai kemungkinan, kemudian menentukan langkah yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hari.
Menurut Hari, kemampuan berpikir sistematis dan kritis memiliki keterkaitan dengan kehidupan demokrasi. Demokrasi tidak hanya berkaitan dengan proses pemilihan, tetapi juga membutuhkan kemampuan masyarakat untuk memahami persoalan, menyampaikan pendapat, berdialog, dan menghargai perbedaan pandangan.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan di tengah derasnya arus informasi. Kemampuan memilah informasi menjadi bagian penting sebelum seseorang menentukan sikap atau mengambil keputusan.
“Berpikir kritis bukan hanya tentang memiliki pendapat, tetapi juga bagaimana kita memiliki alasan atas pendapat dan keputusan yang kita ambil,” jelasnya.
Hari mendorong kader HMI untuk membangun kebiasaan berpikir sebelum mengambil sikap. Menurutnya, mahasiswa memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kemampuan berdiskusi, menguji gagasan, membangun argumentasi, dan melihat persoalan dari berbagai perspektif.
“Generasi muda harus mampu membedakan antara fakta, informasi, dan pendapat. Dari sana, kita bisa membangun cara berpikir yang lebih kritis dalam melihat persoalan,” ujarnya.
Perbedaan pandangan dalam demokrasi merupakan bagian dari proses dialog. Perbedaan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperluas perspektif dan memperkuat pemahaman terhadap suatu persoalan, dengan tetap mengedepankan tanggung jawab serta keterbukaan dalam mendengarkan pandangan orang lain.
Latihan Kader II HMI Cabang Balikpapan menjadi ruang pembelajaran bagi kader muda untuk memperkuat kapasitas intelektual dan kepemimpinan. Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya proses berpikir dalam menghasilkan keputusan yang matang dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi generasi muda, kemampuan berpikir kritis dan mengambil keputusan secara matang menjadi bekal dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan kampus, organisasi, maupun masyarakat.
Foto: Hari Dermanto saat menjadi pemateri dalam Latihan Kader II (Intermediate Training) HMI Cabang Balikpapan, Sabtu (19/9/2026). Ia membawakan materi “Manajemen Berpikir dalam Membuat dan Mengambil Keputusan.”
Penulis: Firanty
Editor: Ikhwan
Sumber Foto: Humas Bawaslu Kaltim