Berita

Lakukan Pengawasan Ke Bapalkes, Bawaslu Pastikan Pasien Covid-19 Hak Suaranya Terlindungi

Berita

Kaltim, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Setiap Warga Negara Indonesia yang sudah memenuhi syarat untuk memilih di pilkada 2020 tidak hanya yang sehat tetapi warga negara yang sakit Covid-19 pun sudah di jamin bisa ikut memilih.

Tidak hanya pasien isolasi mandiri, tetapi pasien yang sedang dirawat di rumah sakit juga bisa menggunakan hak pilihnya dengan persetujuan saksi dan Panwaslu kelurahan/desa atau pengawas TPS.

Ketentuan untuk pemilih dalam kondisi menderita Covid-19 tercantum dalam PKPU 6/2020, dalam PKPU tersebut tepatnya Pasal  73 Ayat 1 PKPU 6/2020, disebutkan bahwa petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dapat mendatangi pemilih yang sedang menjalani isolasi mandiri agar tetap dapat menggunakan hak pilihnya.

Untuk memastikan pasien Covid-19 hak suaranya terlindungi dan bisa menggunakan sesuai dengan prosedur, Anggota Bawaslu Kaltim, Galeh Akbar Tanjung mendatangi Badan Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Kaltim pada Rabu (09/12/20).

“ Terdapat 23 pasien covid-19 di Bapelkes yang menyalurkan hak pilih, 1 pengawas 1 KPPS masuk ke ruang isolasi untuk melakukan pemungutan suara, dari hasil pengawasan tidak semua orang bisa masuk ke dalam ruangan isolasi dan wajib menggunakan APD lengkap kemudian wajib didampingi oleh petugas Bapelkes “ jelas Galeh.

Dari hasil pengawasan Bawaslu Kaltim semua pasien yang sakit covid-19 difasilitasi untuk menyalurkan hak pilihnya, apabila melakukan isolasi mandiri akan didatangi oleh petugas ke lokasi isolasi. “ namun ada satu pasien yang sedang isolasi mandiri di Kutai Barat yang menghubungi KPPS, pasien tersebut menyampaikan tidak bersedia didatangi dan menyalurkan hak pilihnya, ” ucap Galeh.

Penulis : Ratna Dewi