Lompat ke isi utama

Berita

Lolly Ajak Jajaran Bawaslu se-Kaltim Asah Keterampilan Pengawasan di Masa Non-Tahapan

Lolly Suhenty

Samarinda – Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Lolly Suhenty, menyapa dan memberikan arahan kepada jajaran Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur dalam kegiatan Pojok Literasi Jumat Berkah, Jumat (21/8/2026). 

Kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring melalui Zoom Meeting tersebut mengangkat tema “Identifikasi Potensi Kerawanan pada Tahapan Kampanye dan Dana Kampanye – Sesi I.” Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas bagi jajaran pengawas untuk menambah wawasan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tahapan pemilu mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Lolly mengingatkan pentingnya memanfaatkan masa non-tahapan secara optimal. Menurutnya, masa ini merupakan waktu yang tepat bagi jajaran pengawas untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan sebelum memasuki tahapan pemilu.

“Di masa non-tahapan ini, perlu kita mengasah dan meningkatkan skill kita terkait kerja-kerja pengawasan sebelum memasuki tahapan,” ujar Lolly.

Ia mendorong seluruh jajaran agar tidak berhenti meningkatkan kapasitas meskipun tahapan pemilu belum berjalan. Kesiapan pengawasan, menurutnya, perlu dibangun sejak jauh hari agar jajaran pengawas memiliki bekal yang memadai dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan.

Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah memahami dan memetakan potensi kerawanan pada tahapan kampanye dan dana kampanye. Dengan mengenali potensi kerawanan sejak dini, jajaran pengawas diharapkan tidak hanya bersikap responsif ketika pelanggaran terjadi, tetapi juga mampu membangun langkah-langkah pencegahan sebelum potensi pelanggaran berkembang menjadi persoalan.

“Pemetaan tersebut dapat dilakukan dengan melihat pengalaman pada tahapan sebelumnya, karakteristik wilayah, dinamika politik, hingga pola-pola pelanggaran yang berpotensi muncul dalam tahapan kampanye dan dana kampanye,” jelas Lolly.

Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi penting karena setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan pengawasan yang berbeda. Oleh karena itu, jajaran pengawas perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai bentuk-bentuk kerawanan sekaligus mampu mengidentifikasi potensi persoalan yang mungkin muncul di wilayah masing-masing.

“Dengan begitu, ketika tahapan kampanye dimulai, pengawas tidak lagi bekerja dari titik awal, tetapi telah memiliki gambaran mengenai apa yang harus diawasi, di mana potensi kerawanan dapat muncul, serta langkah pencegahan apa yang perlu dilakukan,” ucapnya.

Lolly menambahkan, masa non-tahapan dapat dimanfaatkan untuk berdiskusi, melakukan evaluasi, memperbarui pengetahuan, menyusun strategi pengawasan, serta memperkuat koordinasi antarjajaran. Dengan persiapan yang matang, pengawasan diharapkan dapat berjalan lebih terukur, efektif, serta mampu merespons dinamika tahapan secara cepat dan tepat.

Kegiatan Poli Jumat BERKAH

Foto: Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Lolly Suhenty, bersama jajaran Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur dan peserta Pojok Literasi Jumat Berkah yang digelar secara luring dan daring, Jumat (21/8/2026). 

Penulis: Firanty Maulidani A
Editor: M. Ikhwan Suwarno
Sumber Foto: Humas Bawaslu Kaltim

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle