Partisipasi Masyarakat Jadi Kekuatan Pengawasan Pemilu
|
Tenggarong — Partisipasi masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam memperkuat pengawasan Pemilu. Keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mengawal setiap tahapan Pemilu, mengenali potensi pelanggaran, serta menyampaikan informasi kepada pengawas Pemilu.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif dalam Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu bersama masyarakat di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur Galeh Akbar Tanjung dan Anggota Komisi II DPR RI KH. Aus Hidayat Nur.
Galeh mengatakan, pengawasan Pemilu akan semakin kuat ketika masyarakat tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga terlibat aktif dalam mengawal setiap tahapan Pemilu.
Menurutnya, pengawasan partisipatif merupakan bentuk keterlibatan masyarakat dalam menjaga proses demokrasi. Kolaborasi antara penyelenggara Pemilu dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan penyelenggaraan Pemilu yang jujur, adil, transparan, dan berintegritas.
Sementara itu, KH. Aus Hidayat Nur menyampaikan bahwa demokrasi yang berkualitas membutuhkan masyarakat yang peduli dan aktif. Menurutnya, menjaga Pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama untuk menjaga seluruh tahapan Pemilu serta mendorong terwujudnya proses demokrasi yang berintegritas.
Foto: Sesi foto bersama usai pelaksanaan kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif dalam Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu serta sambutan Anggota Bawaslu Kaltim, Galeh Akbar Tanjung.
Penulis: Firanty
Editor: Ikhwan
Foto: Humas Bawaslu Kabupaten Kukar