Lompat ke isi utama

Berita

Totok Hariyono, Bawaslu Daerah Harus Jadi Garda Terdepan Konsolidasi Demokrasi

penguatan substansi demokrasi

Balikpapan — Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono, memberikan arahan strategis kepada jajaran Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur dan Bawaslu Kota Balikpapan pada Jum'at (6/3/2026) terkait penguatan substansi demokrasi. 

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Bawaslu Kabupaten/Kota harus menjadi garda terdepan dalam melakukan konsolidasi demokrasi guna memastikan suara rakyat tetap menjadi penentu kebijakan negara.

Totok menyoroti bahwa wacana pelemahan peran pengawasan serta gagasan pemilihan tidak langsung masih kerap muncul di tingkat elite. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut Bawaslu di daerah untuk aktif membangun kontra narasi melalui edukasi politik yang menjangkau masyarakat sipil hingga akar rumput.

"Kesadaran berdemokrasi ini harus substantif. Kita bicara tentang Republika, di mana orang paling miskin sekalipun punya hak untuk bicara tentang pembangunan. Kontrol rakyat melalui one man, one vote adalah puncak simbol kebebasan berpendapat yang harus kita jaga," tegas Totok.

Dalam kesempatan itu, Totok juga mengajak para pengawas pemilu untuk tidak terjebak pada figuritas politik. Ia menekankan bahwa fokus utama Bawaslu ke depan adalah mendorong masyarakat agar berani mengawasi dan mengkritisi kebijakan pejabat terpilih. Jika kebijakan yang lahir tidak berpihak kepada rakyat, maka masyarakat memiliki hak untuk menuntut dan memberikan konsekuensi politik pada pemilu berikutnya.

Selain itu, Totok mengingatkan pentingnya sosialisasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 136 sebagai dasar hukum yang tegas bagi ASN, TNI, dan Polri untuk menjaga netralitas. Ia menegaskan bahwa pelanggaran terhadap norma tersebut kini memiliki konsekuensi sanksi pidana yang jelas.

Totok juga menyinggung mentalitas jajaran pengawas dalam menjalankan tugas kelembagaan. Menurutnya, bekerja di Bawaslu bukan sekadar menjalankan fungsi birokrasi atau memenuhi target serapan anggaran, melainkan bagian dari amanat perjuangan menjaga demokrasi.

"Jangan karena sudah dapat fasilitas dan mobil, kita lupa jati diri sebagai aktivis. Bawaslu adalah saluran bagi sumbatan-sumbatan demokrasi. Kita harus terus kluyuran (bergerak), melakukan pendampingan, dan memberikan pendidikan pemilih agar Pemilu 2029 jauh lebih berkualitas," tambahnya.

Menutup arahannya, Totok menegaskan pentingnya dokumentasi dan administrasi kerja yang tertib serta nyata. Menurutnya, jejak administrasi merupakan bukti bahwa Bawaslu bekerja melindungi hak rakyat, bukan sekadar menghabiskan anggaran negara.

"Kalau ada orang bilang Bawaslu tidak ada kerjanya dan minta dibubarkan, kita harus bisa menunjukkan jejak perjuangan kita di lapangan. Kita harus membuat rakyat merasa bahwa Bawaslu hadir untuk mereka," pungkasnya.

Kunjungan Komisioner Bawaslu RI ke Bawaslu Balikpapan

Foto: Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono saat memberikan arahan kepada jajaran Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur dan Bawaslu Kota Balikpapan dalam kunjungan kerjanya, menekankan pentingnya penguatan substansi demokrasi.

Editor: Humas Bawaslu Kaltim

Penulis : Awatar Fisya W
Sumber Foto : Awatar Fisya W

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle