Bawaslu Kaltim dan Partai Perindo Perkuat Sinergi Demokrasi di Masa Non-Tahapan
|
Samarinda — Bawaslu Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi dalam Memperkuat Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Luar Tahapan bersama jajaran pengurus Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kalimantan Timur pada Jumat, (13/2/2026) di Sekretariat DPW Perindo Kaltim.
Kunjungan tersebut diikuti Anggota Bawaslu Kaltim Danny Bunga dan Kepala Bagian Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa, dan Hukum Andi Tinah Herlina beserta staf Bawaslu Kaltim, dan disambut jajaran pengurus Perindo Kaltim, yakni Hamid Hubaib, Apryan, dan Adi Prananda, serta dihadiri staf kedua lembaga.
Hamid Hubaib menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bawaslu Kaltim sebagai langkah memperkuat sinergi antara partai politik dan lembaga pengawas pemilu dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Komunikasi berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan koordinasi, pertukaran informasi, serta pendidikan politik kepada masyarakat,” tegas Hamid.
Hamid juga menyampaikan bahwa kepengurusan Perindo Kaltim akan segera diperbarui sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi. Restrukturisasi tersebut ditujukan untuk memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan profesionalitas, serta memastikan organisasi lebih responsif terhadap dinamika politik daerah.
Pihak Perindo turut mengapresiasi pemaparan data senter hasil pengawasan Pemilu 2024 oleh Bawaslu Kaltim. Data tersebut dinilai menjadi bahan evaluasi penting bagi partai politik untuk meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi sekaligus memperbaiki kualitas partisipasi politik di masa mendatang.
Sementara itu, Danny Bunga menyampaikan bahwa seluruh partai politik yang dikunjungi Bawaslu Kaltim, termasuk Perindo, menyambut positif kegiatan konsolidasi di masa non-tahapan.
Menurut Danny, hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat komunikasi dan koordinasi demi menjaga kualitas demokrasi.
Danny juga menegaskan bahwa netralitas penyelenggara dan aparatur, penyebaran hoaks, serta praktik politik uang masih menjadi tantangan utama dalam setiap pemilu.
Karena itu, diperlukan pengawasan kuat, peningkatan literasi politik masyarakat, serta komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.
Ia juga menilai pelaksanaan Pemilu 2024 menunjukkan peningkatan kualitas dibanding periode sebelumnya, ditandai partisipasi masyarakat yang lebih tinggi, kesiapan penyelenggara, serta pengawasan yang semakin kuat. Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan sebagai bahan perbaikan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Bawaslu dan Perindo sepakat untuk terus memperkuat kerja sama guna mewujudkan pemilu yang transparan, jujur, dan berintegritas. Hasil pengawasan Pemilu 2024 menunjukkan proses penyelenggaraan secara umum berjalan lancar dengan pengawasan intensif di setiap tahapan, sekaligus menghasilkan sejumlah catatan evaluasi sebagai dasar peningkatan kualitas pemilu mendatang.
Foto: Kunjungan jajaran Bawaslu Kalimantan Timur ke Sekretariat Partai Persatuan Indonesia Kalimantan Timur.
Penulis dan Foto: M. Ikhwan Suwarno
Editor: Andri Wahyudi